Interpreter

4 Perbedaan Consecutive dan Simultaneous Interpreter

perbedaan consecutive dan simultaneous interpreter

Jangan sembarang gunakan interpreter jika belum tahu apa perbedaan consecutive dan simultaneous interpreter. Memilih salah satu dari jenis interpreter untuk tipe acara yang tepat akan menjadi langkah awal penting. 

Tentunya, interpreter bukan sekadar seseorang yang harus menerjemahkan percakapan lisan dari bahasa asing ke bahasa Indonesia.  

Interpreter wajib menyampaikan seperti apa makna dan konteks sesuai maksud pembicara agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Dalam sebuah event yang melibatkan peserta lintas-negara, consecutive dan simultaneous interpreter menjadi pilihan populer. 

Keduanya harus mampu memahami bahasa asing dan konteks budaya. Tetapi terdapat perbedaan yang begitu menonjol. Sehingga, masing-masing akan ideal untuk berbagai situasi dan kondisi berbeda. 

Maka dari itu, mari ketahui apa perbedaan kedua jenis interpreter agar tidak salah pilih. Salah pilih saja akan membuat acara yang Anda gelar tidak berjalan mulus bagi tamu.

Apa Itu Consecutive dan Simultaneous Interpreter

Sebelum membandingkan simultaneous interpretation vs consecutive, mengetahui definisi masing-masing sangat wajib untuk konteks. 

Pasalnya, kedua jenis ini masing-masing membutuhkan spesialisasi tersendiri sesuai penggunaan.

Pertama, consecutive interpreter bertugas untuk menerjemahkan bahasa lisan setelah pembicara menyelesaikan satu atau bahkan beberapa kalimat.

Seorang consecutive interpreter wajib memiliki kemampuan sebagai berikut agar terjemahan lebih akurat pada masing-masing pembicara dan/atau audiens.

  • Selalu mendengarkan secara aktif. Jika memungkinkan, catat poin-poin penting.
  • Menguasai bahasa masing-masing pembicara. (misalnya: interpreter harus menguasai bahasa Inggris dan Indonesia dalam event di Indonesia dengan pembicara asal Amerika Serikat).
  • Memiliki skill komunikasi yang baik agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan tepat.

Sementara itu, simultaneous interpreter memiliki peran yang jauh berbeda daripada consecutive. 

Memang, simultaneous pada dasarnya juga harus menerjemahkan pembicaraan. Bedanya, terjemahan itu harus tersampaikan hampir tanpa ada jeda waktu.

Artinya, interpreter harus menerjemahkan hampir secara bersamaan saat pembicara berbicara menggunakan bahasa asing. Oleh karena itu, ia harus mendengarkan sambil menerjemahkan secara bersamaan.

Tapi bagaimana cara peserta mendengar terjemahan itu? Interpreter jenis ini akan bekerja di balik bilik kedap suara dengan peralatan khusus. 

Metode ini memungkinkan interpreter menyampaikan versi terjemahan secara real-time pada peserta.

Karena fakta ini, simultaneous interpreter wajib memiliki skill sebagai berikut:

  • Konsentrasi tinggi agar mampu mendengar pembicara dan menerjemahkan pada peserta pada saat bersamaan.
  • Seperti consecutive interpreter, kemampuan bahasa sumber dan target yang tinggi.
  • Kecepatan untuk menganalisis informasi dan konteks agar bisa akurat dalam penerjemahan.

Perbedaan Consecutive Interpreter dan Simultaneous Interpreter

Berdasarkan definisi tadi, Anda sudah melihat betapa berbeda kedua jenis interpreter ini. 

Lebih detailnya, terdapat empat perbedaan antara keduanya yang menonjol sehingga Anda harus jeli dalam memilih.

1. Cara Kerja

Dari definisi tadi, Anda sudah tahu perbedaan simultaneous and consecutive interpreting terlihat dari metode dan cara kerja.

Untuk consecutive, interpreter akan menunggu pembicara selesai berbicara. Kemudian, ia akan menerjemahkan konteks dan pesan yang dimaksud pembicara tersebut. Ibaratnya, mereka akan bergiliran untuk berbicara.

Sementara itu, simultaneous interpreter tidak melakukan metode seperti itu. Jenis interpreter ini akan langsung menerjemahkan konteks pembicara secara real-time dan hampir tanpa jeda pada peserta.

2. Peralatan yang Dibutuhkan

perbedaan consecutive dan simultaneous interpreter

Perbedaan antara consecutive and simultaneous interpreting ikut terlihat dari peralatan dan teknis. 

Perbedaan pertama tadi menunjukkan apakah peralatan yang terpakai sederhana atau kompleks.

Khusus untuk consecutive, interpreter selalu berada di dekat pembicara, mau itu hanya satu atau beberapa orang dalam panggung. Peralatannya pun terbilang sederhana, yaitu hanya microphone.

Sedangkan simultaneous interpreter berada di ruang berbeda daripada pembicara dan peserta. Ia akan selalu berada di bilik kedap suara untuk menyampaikan terjemahan secara real-time.

Dari sini, peralatannya harus begitu kompleks dan teknis. Setiap peserta harus mengenakan headset agar mendengarkan terjemahan pembicaraan. Transmitter dan receiver wajib agar komunikasi berlangsung dengan lancar.

3. Kedalaman

Perbedaan consecutive dan simultaneous interpreter selanjutnya terletak pada kedalaman. 

Kecepatan masing-masing jenis interpreter dalam penerjemahan sangat berdampak pada kedalaman konteks yang akan didapat audiens dan peserta.

Tentunya, simultaneous interpreter harus menerjemahkan secara real-time. Hasil terjemahan itu akan terasa instan tanpa mengganggu alur event. 

Sayangnya, keterbatasan ini memungkinkan terjadinya kesalahan. Terjemahan kemungkinan tidak akurat dan presisi, terutama jika tidak sesuai konteks.

Consecutive memiliki keuntungan dalam kedalaman. Pasalnya, interpreter tidak boleh memotong sebelum pembicara selesai menyampaikan. 

Jadi, ini memungkinkan interpreter berpikir terlebih dahulu apa konteks dari penyampaian pembicara tersebut.

Alhasil, kemungkinan besar akurasi penerjemahan tinggi. Tidak hanya itu, interpreter juga berpeluang untuk memilih kosa kata tepat agar lawan bicara dan audiens memahami.

4. Cocok untuk Jenis Acara

Terakhir, kedua jenis interpreter ini sudah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka, praktik penggunaannya akan berbeda untuk beberapa jenis acara.

Anda mungkin sering melihat consecutive interpreter di momen publik seperti wawancara, acara olahraga, turnamen esports, dan konser. 

Secara privat, Anda bisa menggunakannya untuk bernegosiasi dengan pihak dari negara asing.

Lain halnya untuk simultaneous interpreter. Interpreter jenis ini cocok untuk acara yang melibatkan banyak peserta lintas-negara. 

Contohnya, konferensi internasional dan acara multibahasa (seperti forum, seminar, dan presentasi).

Mana yang Paling Cocok? Consecutive vs Simultaneous Interpreting?

Anda telah mengetahui seperti apa perbedaan consecutive dan simultaneous interpreter secara konteks dan metodenya. Tapi kecocokan kedua jenis ini tergantung dari tjpe acara yang Anda adakan.

Consecutive interpreter cocok bagi acara dengan skala kecil atau interaktif yang memungkinkan jeda. 

Sementara itu, simultaneous interpreter cocok untuk event berskala besar, terutama jika melibatkan peserta lintas-negara, untuk efisiensi.

Simultaneous interpreter bisa Anda dapatkan melalui rental alat interpreter Surabaya dari IndoConference. 

Nikmati alat interpreter kami agar pengalaman peserta saat event lebih imersif bebas gangguan.